Ramadhan adalah bulan penuh berkah, di mana umat Islam berlomba-lomba meningkatkan ibadah. Namun, sebagai pasangan suami istri, mungkin muncul pertanyaan: "Bolehkah berhubungan intim di malam hari, terutama di 10 malam terakhir Ramadhan?"
Rekomendasi Permainan Kartu Pasangan
Artikel ini akan membahas hukum hubungan suami istri menurut Islam di bulan puasa, serta tips menjaga keharmonisan rumah tangga tanpa mengganggu ibadah. Simak penjelasannya!
![]() |
Hubungan Intim Suami Istri di 10 Malam Terakhir Ramadhan |
Hukum Hubungan Suami Istri di Malam Ramadhan
Dalam Islam, hubungan suami istri di malam hari Ramadhan diperbolehkan, selama tidak dilakukan pada waktu puasa (siang hari). Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah: 187:
"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka." (QS. Al-Baqarah: 187)
Ayat ini menegaskan bahwa pasangan suami istri dibolehkan untuk berhubungan intim pada malam hari selama bulan Ramadhan, termasuk di 10 malam terakhir.
Rekomendasi Aromaterapi untuk Relaksasi Pasangan
Ketentuan :
- Waktu Diperbolehkan : Setelah berbuka puasa (maghrib) hingga sebelum terbit fajar (imsak).
- Haram di Siang Hari : Jika dilakukan saat sedang berpuasa di siang hari, hukumnya haram dan wajib membayar kaffarah (denda).
Catatan : Di 10 malam terakhir Ramadhan, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah. Meski hubungan suami istri diperbolehkan, pastikan tidak mengabaikan ibadah sunnah seperti shalat malam atau i'tikaf.
Baca Juga :
- Model Baju Dinas Malam Istri
- Apa yang Harus Dilakukan saat Malam Pertama
- Apakah Hubungan Badan Suami Istri Tujuan Utama Pernikahan
Anjuran Memperbanyak Ibadah di 10 Malam Terakhir Ramadhan
Meskipun hubungan suami istri diperbolehkan pada malam hari di bulan Ramadhan, termasuk di 10 malam terakhir, Rasulullah SAW memberikan contoh untuk meningkatkan ibadah pada periode tersebut. Diriwayatkan oleh Aisyah radhiallahu 'anha:
"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam apabila memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malam-malam tersebut, dan membangunkan keluarganya." (HR. Bukhari)
Istilah "mengencangkan sarungnya" dalam hadits ini diartikan oleh para ulama sebagai menjauhi istri-istri beliau dari hubungan intim untuk lebih fokus dalam beribadah
Prioritas Ibadah dan Hubungan Intim Suami Istri
Berdasarkan sunnah Rasulullah SAW, dianjurkan bagi umat Islam untuk memprioritaskan ibadah di 10 malam terakhir Ramadhan guna meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.
Meskipun demikian, jika pasangan suami istri memilih untuk berhubungan intim pada malam-malam tersebut, hal itu tetap diperbolehkan dan tidak berdosa.
Rekomendasi Sajadah Couple untuk Suami Istri
Namun, disarankan untuk menyeimbangkan antara kebutuhan biologis dan spiritual, serta tidak melupakan kesempatan untuk meningkatkan ibadah pada malam-malam yang penuh berkah ini.
4 Tips Menyeimbangkan Ibadah dan Keharmonisan Rumah Tangga
Agar hubungan suami istri di malam Ramadhan tetap berkah dan tidak mengganggu ibadah, berikut tipsnya:
1. Atur Waktu dengan Bijak
- Prioritaskan Ibadah : Manfaatkan waktu setelah tarawih untuk tilawah Quran atau shalat tahajud.
- Komunikasikan Jadwal : Diskusikan waktu intim yang tidak bertabrakan dengan ibadah sunnah.
- Hindari Kelelahan : Pastikan istirahat cukup agar tetap produktif beribadah keesokan harinya.
2. Perkuat Ikatan Emosional
- Sahur Bersama : Momen sahur bisa jadi waktu quality time untuk saling mendukung.
- Berdoa Bersama : Ajak pasangan berdoa setelah shalat malam untuk memperkuat ikatan spiritual.
- Bagi Tugas Rumah : Kerja sama dalam persiapan buka puasa atau membersihkan rumah mengurangi stres.
Rekomendasi Lampu Tidur dengan Murottal Qur'an
3. Jaga Kesehatan Fisik
- Penuhi Nutrisi : Konsumsi makanan bergizi saat sahur dan berbuka agar energi tetap optimal.
- Hindari Aktivitas Berat : Lakukan hubungan intim dengan tenang dan tidak berlebihan.
- Cukup Istirahat : Tidur siang (qailulah) membantu menjaga stamina.
4. Hormati Privasi dan Adab
- Pilih Waktu yang Tepat : Hindari berhubungan di waktu-waktu mustajab (sepertiga malam terakhir).
- Jaga Adab Islami : Berwudhu sebelum dan setelah berhubungan, serta membaca doa.
Baca Juga :
- Cara Mengajarkan Shalat pada Anak
- Pesan Rasulullah dalam Mendidik Anak
- Kisah Cinta Khadijah dengan Nabi Muhammad
Hukum Berhubungan di 10 Malam Terakhir Ramadhan
10 malam terakhir Ramadhan adalah waktu utama untuk mencari Lailatul Qadar. Meski hubungan suami istri tetap diperbolehkan, prioritas utama adalah ibadah. Berikut panduannya:
- Hukum : Tetap halal, asalkan dilakukan di luar waktu puasa.
- Anjuran :
- Hindari berhubungan di waktu yang berpotensi mengurangi kekhusyukan ibadah (misal: setelah shalat tarawih).
- Utamakan ibadah sunnah seperti I'tikaf, Qiyamul Lail atau membaca Quran.
Catatan Ulama:
Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hubungan suami istri di malam Ramadhan tidak mengurangi pahala puasa, selama tidak melanggar syariat.
FAQ (Pertanyaan Umum)
1. Apakah hubungan suami istri di malam Ramadhan mengurangi pahala puasa?
Tidak, selama dilakukan di waktu yang diperbolehkan (malam hari) dan tidak melalaikan ibadah wajib.
2. Bagaimana jika berhubungan di siang hari Ramadhan?
Hukumnya haram dan wajib membayar kaffarah (puasa 2 bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang miskin).
3. Apa tips untuk pasangan baru menikah di bulan Ramadhan?
Komunikasikan prioritas ibadah dan kebutuhan rumah tangga. Manfaatkan malam hari untuk quality time, dan siang hari untuk fokus berpuasa.
Kesimpulan
Hubungan suami istri pada malam hari selama bulan Ramadhan, termasuk di 10 malam terakhir, diperbolehkan dalam Islam.
Namun, meneladani Rasulullah SAW yang meningkatkan ibadah dan menjauhi hubungan intim pada periode tersebut merupakan langkah yang dianjurkan untuk meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.
Setiap pasangan sebaiknya mempertimbangkan keseimbangan antara memenuhi kebutuhan biologis dan memaksimalkan ibadah di malam-malam penuh berkah ini
Menikahmuda.com Tips Pernikahan dan Suami Istri
0 Komentar